Tragedi Proklamasi 18 AGUSTUS 1945 “Untold Story” Sejarah Indonesia

Sebelumnya saya pernah memposting artikel yang berhubungan tentang sejarah Piagam Jakarta dan upaya agar Syariah Islam bisa tegak di Indonesia lihat disini. Tapi semuanya raib, ketika Piagam Jakarta “diubah” menjadi Pancasila. Saya menyayangkan hal ini terjadi.. banyak sekali orang Indonesia yang tidak tahu menahu tentang Piagam Jakarta serta Sejarah yang sesungguhnya yang jarang sekali di ungkap oleh media bahkan oleh Pemerintah Indonesia sendiri
Baca lebih lanjut

Peristiwa Sebelum Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 1945

Kisah Menjelang Detik-Detik Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945
Menjelang Kemerdekaan
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Baca lebih lanjut

MENGENANG 45 TAHUN TRAGEDI KEMANUSIAAN INDONESIA

 

Satu lagi tulisan yang mencerahkan , yang sangat penting untuk dibaca terutama bagi yang masih belum tahu bahwa Suharto adalah penghianat bangsa Indonesia, pembunuh Bung Karno dan penjegal ide ide dan ajaran Bung Karno, Bung Karno pemimpin dan pahlawan terbesar Republik Indonesia . Juga bagi mereka yang ngotot memuji muji Suharto tetapi tidak tahu cikal bakal keterpurukan dan kehancuran bangsa dan negara kita tercinta ini. (Komentar Iwamardi )

Sampai matinya karena kerusakan otak (gila?-pen) dan mesti dirawat oleh 40 orang dokter ahli, Suharto tetap bungkam atas pembunuhan massal terhadap bangsa Indonesia yang dijadikannya alasan menghancurkan G30S, dan melakukan kudeta merangkak memreteli kekuasaan Presiden R.I. Bung Karno.

Baca lebih lanjut